IOC dept. Writter
IOC dept. Editor
INVESTINGONCLIMATE.COM, JAKARTA. PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya terhadap transisi energi dan praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih tiga penghargaan bergengsi pada ajang Investing on Climate Editors’ Choice Award 2025 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2025).
Dalam ajang tersebut, PLN dianugerahi penghargaan untuk tiga kategori utama, yakni Best Emission Reduction, Best Sustainable Finance Report, dan Best Carbon Credit Program. Ketiga penghargaan ini mencerminkan konsistensi PLN dalam mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) ke dalam strategi korporasi.
Strategi itu khususnya dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, penguatan transparansi pelaporan keberlanjutan, serta pengembangan program karbon yang terukur dan berdampak. Managing Director Investing on Climate Umar Idris menyampaikan bahwa penghargaan diberikan berdasarkan kinerja konkret PLN dalam mendorong bauran energi bersih nasional.
“Apresiasi diberikan dengan pertimbangan perseroan yang telah menambah pembangkit dengan porsi 76% berbasis EBT dan merealisasikan tambahan kapasitas pembangkit EBT,” kata Umar.
Capaian Best Emission Reduction tersebut sejalan dengan kinerja PLN sebagaimana tercantum dalam Laporan Keberlanjutan 2024. Sepanjang 2024, PLN mencatat produksi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 44.717,43 GWh, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2023 sebesar 41.988,69 GWh. Pengembangan EBT ini didukung oleh total 870 unit pembangkit EBT dengan kapasitas terpasang mencapai 8.801 MW, yang mencakup pembangkit tenaga air, panas bumi, surya, angin, serta biomassa.
Penguatan bauran energi bersih tersebut berdampak langsung pada kinerja pengendalian emisi. Pada 2024, PLN berhasil membukukan reduksi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 12.773.047 ton CO₂e, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun 2023 sebesar 9.705.182 ton CO₂e. Sementara itu, intensitas emisi GRK tercatat berada di level 0,774 ton CO₂e/MWh, menunjukkan pengendalian emisi yang semakin efisien seiring peningkatan produksi listrik.
Selain pengurangan emisi, PLN juga menunjukkan perbaikan dalam pemanfaatan energi. Penggunaan energi terbarukan pada 2024 tercatat mencapai 64.793.688 gigajoule, meningkat dibandingkan 48.787.114 gigajoule pada 2023. Di saat yang sama, intensitas energi berhasil dijaga pada level 6.045,24 GJ/MWh, lebih baik dibandingkan tahun 2022, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional pembangkit.
Adapun, penghargaan Best Carbon Credit Program diberikan atas konsistensi PLN dalam pengelolaan lingkungan dan program berbasis keberlanjutan. Sepanjang 2024, PLN mencatat volume pengelolaan limbah B3 sebesar 475.339,39 ton, serta pemanfaatan limbah B3 mencapai 3.456.974 ton. Di sisi limbah non-B3, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) menghasilkan total pengelolaan sebesar 554,02 ton, menegaskan komitmen PLN terhadap ekonomi sirkular dan pengurangan dampak lingkungan.
Sementara itu, penghargaan Best Sustainable Finance Report mencerminkan kualitas pelaporan keberlanjutan PLN yang transparan, terstruktur, dan berbasis data. Laporan Keberlanjutan 2024 juga mengungkap kontribusi PLN dalam pengelolaan lahan dan keanekaragaman hayati, dengan rehabilitasi lahan seluas 1.168,08 hektare serta penanaman 1.029.327 pohon sepanjang tahun 2024.
Rangkaian capaian tersebut menegaskan peran PLN sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Melalui pengembangan pembangkit EBT, pengendalian emisi yang terukur, pengelolaan karbon dan limbah yang berkelanjutan, serta pelaporan ESG yang kredibel, PLN terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan target net zero emission Indonesia.
Foto : PLN