IOC dept. Writter
IOC dept. Editor
INVESTINGONCLIMATE.COM, JAKARTA. PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel meraih tiga penghargaan dalam ajang Investing on Climate Editors’ Choice Award 2025 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2025). Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja perusahaan yang dinilai konsisten dan terukur dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan serta mitigasi perubahan iklim ke dalam operasional dan strategi bisnis.
Dalam ajang tersebut, Harita Nickel dianugerahi penghargaan Best Emission Reduction, Best New Renewable Energy Investment, dan Best Literacy for Climate Resilience. Ketiga penghargaan ini mencerminkan pendekatan menyeluruh perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan, sosial, serta tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) secara berimbang.
Dari sisi lingkungan, kinerja Harita Nickel tercermin melalui pengelolaan kualitas udara dan air yang ketat. Berdasarkan keterangan di laman resmi perseroan, sepanjang 2024, perusahaan mencatat nol insiden emisi yang melampaui ambang batas regulasi, serta berhasil menghindari emisi karbon setara 1.610.582 ton CO₂e. Capaian ini diperkuat dengan sistem pemantauan udara yang berkelanjutan guna melindungi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar wilayah operasional.
Dalam pengelolaan sumber daya air, Harita Nickel menerapkan prinsip penggunaan air yang bertanggung jawab dengan memanfaatkan kembali dan mendaur ulang 10.095.950 meter kubik air sepanjang 2024. Selain mendukung efisiensi operasional, perusahaan juga memperluas manfaat sosial dengan menyediakan akses air bersih gratis bagi 298 keluarga di Desa Kawasi, Maluku Utara.
Upaya perlindungan lingkungan juga tercermin dari pengelolaan lahan berkelanjutan. Harita Nickel mencatatkan keberhasilan dalam revegetasi seluas 231,53 hektare, rehabilitasi 607 hektare daerah aliran sungai, serta pemulihan 23,04 hektare hutan mangrove. Langkah ini dinilai berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem dan peningkatan keanekaragaman hayati di sekitar area operasional.
Pada aspek sosial, perusahaan memperkuat ketahanan iklim melalui pemberdayaan sumber daya manusia dan masyarakat. Harita Nickel mencatat rata-rata 3,85 jam pelatihan per karyawan sepanjang 2024, serta menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas tenaga kerja dengan 43 persen karyawan Indonesia di lokasi operasional berasal dari Maluku Utara.
Melalui program pengembangan masyarakat, Harita Nickel juga mengimplementasikan 110 program dan inisiatif di lima bidang utama, yakni infrastruktur, pendidikan, sosial-budaya, ekonomi, dan kesehatan. Program-program tersebut menghasilkan Community Satisfaction Index sebesar 89, yang masuk kategori ‘Excellen’, serta mencatat 3.069 kegiatan keterlibatan dan komunikasi masyarakat. Dari sisi dampak ekonomi sosial, perusahaan juga membukukan Social Return on Investment (SROI) rata-rata sebesar 2,62.
Lebih lanjut, kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional turut menjadi bagian dari penilaian. Hingga akhir 2024, total tenaga kerja Harita Nickel mencapai 23.443 orang. Perusahaan juga menyumbangkan Rp2,11 triliun kepada pemerintah pusat dan Rp1,02 triliun kepada pemerintah daerah dalam bentuk pajak, serta Rp837,8 miliar dalam bentuk royalti.
Dari sisi kinerja bisnis, pendekatan keberlanjutan Harita Nickel dinilai berjalan seiring dengan pertumbuhan keuangan. Pada 2024, perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp6,37 triliun, tumbuh 13,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan efektivitas penerapan prinsip operasional berkelanjutan.
Selanjutnya, pada aspek tata kelola, perseroan turut memastikan integritas dan etika bisnis menjadi bagian dari budaya perusahaan. Seluruh karyawan telah mengikuti pelatihan anti-korupsi dan anti-penyuapan, disertai mekanisme pengaduan dan whistleblowing yang responsif dengan tingkat penyelesaian 100 persen. Pengakuan internasional juga diraih melalui status conformant dari Responsible Minerals Initiative (RMI) atas kepatuhan terhadap standar uji tuntas mineral bertanggung jawab untuk nikel dan kobalt.
Managing Director Investing on Climate Umar Idris menilai capaian Harita Nickel mencerminkan upaya nyata dalam menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi dan tanggung jawab lingkungan. Dengan capaian tersebut, tiga penghargaan yang diraih Harita Nickel dinilai mencerminkan praktik keberlanjutan yang tidak bersifat simbolik, melainkan berbasis data, terukur, dan terintegrasi dalam seluruh aspek operasional perusahaan.
“Perusahaan menunjukkan kemajuan dalam meningkatkan pemantauan ekosistem laut dengan teknologi canggih dan memperkuat sistem pengelolaan lingkungan melalui pemantauan air, udara, dan air limbah," kata Umar.
Umar pun berharap ajang ini diharapkan dapat mendorong transformasi sektor swasta dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan menempatkan aksi iklim sebagai strategi bisnis jangka panjang. Ia menegaskan bahwa peralihan menuju ekonomi rendah emisi akan menciptakan sumber pertumbuhan baru, membuka peluang bisnis inovatif, menyediakan lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan roda perekonomian secara inklusif dan berjangka panjang.
“Investing on Climate menegaskan investasi pada ketahanan iklim bukan sekadar tanggung jawab lingkungan, tetapi juga membuka potensi keuntungan yang signifikan bagi dunia usaha,” tuturnya.