Peringkat Negara-Negara yang Paling Banyak Menambah Luas Hutan (2015-2025), Indonesia di Urutan Tujuh

INVESTINGONCLIMATE.COM - JAKARTA. Hutan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen, bertindak sebagai paru-paru dunia.

Pada saat yang sama, hutan mengandung sistem cuaca dan aliran air yang berbeda, memengaruhi wilayah daratan yang jaraknya ribuan kilometer. Meskipun jutaan hektare (ha) hutan telah hilang di seluruh Amazon selama beberapa dekade terakhir, beberapa negara secara aktif melakukan upaya reforestasi.

Grafik di atas menunjukkan negara-negara teratas berdasarkan pertumbuhan luas hutan sejak 2015, berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (UN Food and Agriculture Organization).

Sejak tahun 1970-an, Tiongkok telah menanam ribuan, bahkan jutaan, pohon di bawah inisiatif "Tembok Hijau Raksasa"-nya.

Inisiatif ini dirancang untuk mencegah pasir di gurun Gobi dan Taklamakan meluas ke kota-kota. Proyek yang ditargetkan selesai pada tahun 2050 ini telah memberikan hasil yang beragam, termasuk tingkat kelangsungan hidup pohon yang rendah dalam beberapa kasus. Namun terlepas dari itu, 1,7 juta net ha hutan telah ditanam di negara tersebut sejak 2015.

Rusia menempati peringkat kedua secara global, dengan peningkatan 942.000 ha selama dekade ini. Mendukung tren ini adalah kebijakan nasional yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan luas hutan yang dimulai pada tahun 2018.

Serupa dengan itu, India telah memberlakukan tujuan kebijakan nasional yang ambisius untuk reforestasi. Pada tahun 2030, India berencana untuk memulihkan 26 juta ha hutan sebagai bagian dari tujuan iklimnya. Sejak 2015, India telah mengalami kenaikan bersih sebesar 191.000 hektare hutan, menjadikannya yang tertinggi ketiga secara global.

Peringkat Negara dengan Tambahan Net Hutan Tertinggi (2015-2025)

  1. China, net gain: 1.686.000 ha (0,8%)
  2. Rusia, net gain: 942.000 ha (0,1%)
  3. India, net gain: 191.000 ha (0,3%)
  4. Turki, ner gain: 118.000 ha (0,5%)
  5. Australia, net gain: 105.000 ha (0,1%)
  6. Prancis, net gain: 95.900 ha (0,6%)
  7. Indonesia, net gain: 94.100 ha (0,1%)
  8. Afrika Selatan, net gain: 87.600 ha (0,4%)
  9. Kanada, net gain: 82.500 ha (0,0%)
  10. Vietnam, net gain: 72.800 ha (0.5%)

Sumber: Visual Capitalist