Dari Davos, Telkom Dorong Green Data Center untuk Kedaulatan Digital Indonesia

INVESTINGONCLIMATE.COM, JAKARTA. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendorong agenda pembangunan green hyperscale data center ke forum World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, sebagai strategi memperkuat kedaulatan digital Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi dan tekanan efisiensi energi global.

Dalam forum yang berlangsung pada 19–23 Januari itu, Telkom menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital nasional khususnya pusat data berstandar internasional dan ramah lingkungan menjadi prasyarat bagi daya saing Indonesia di tengah intensifikasi teknologi seperti kecerdasan buatan, komputasi awan, dan big data.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini tampil sebagai pembicara dalam panel diskusi bertajuk Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy. Dalam forum tersebut, Telkom menegaskan pembangunan infrastruktur digital terintegrasi dari konektivitas hingga pusat data sebagai fondasi transformasi ekonomi digital nasional yang berkelanjutan.

“Transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan fondasi industri yang kuat, tepercaya, dan terintegrasi. Melalui WEF Davos, Telkom menegaskan perannya sebagai penyedia infrastruktur digital strategis yang mendukung kolaborasi lintas industri, menarik investasi jangka panjang, dan memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia di tingkat global,” kata Dian dikutip dari situs resmi, Senin(2/2/2026). 

Dian menjelaskan, secara infrastruktur, TelkomGroup mengelola lebih dari 180.000 kilometer jaringan backbone dan kabel bawah laut, serta terlibat dalam 27 sistem kabel laut internasional. Infrastruktur ini menopang arus data domestik dan lintas negara, sekaligus menjadi prasyarat utama bagi pengembangan pusat data berskala besar yang menuntut latensi rendah, keandalan tinggi, dan efisiensi energi.

Dorongan terhadap green data center dinilai menjadi semakin relevan seiring meningkatnya konsumsi energi sektor digital. Adapun, data center modern membutuhkan pasokan listrik besar dan sistem pendinginan berkelanjutan. Oleh sebab itu, perseroan mengarahkan pengembangan fasilitasnya pada efisiensi operasional, optimalisasi pendinginan, serta pemanfaatan energi terbarukan guna menekan jejak karbon industri pusat data.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pengembangan Hyperscale Data Center (HDC) Cikarang dan HDC NeutraDC Nxera Batam yang berstatus AI-ready dan ditargetkan beroperasi pada tahun ini. Fasilitas di Batam ini dinilai memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan pusat keuangan dan teknologi regional seperti Singapura, didukung lebih dari 14 jalur kabel laut internasional yang menghubungkan Asia Tenggara.

Pengembangan HDC Batam juga ditopang kawasan industri berstatus Special Economic Zone (SEZ) yang memberikan insentif fiskal dan kepastian regulasi bagi investasi pusat data. Proyek ini menargetkan kapasitas total IT load hingga 18 MW pada tahap awal, dengan potensi ekspansi seiring meningkatnya permintaan layanan cloud, AI, dan komputasi regional.

Dari sisi keberlanjutan, operasional pusat data Batam didukung pasokan listrik dari sumber energi terbarukan serta desain infrastruktur yang mengantisipasi kebutuhan pendinginan, pengelolaan panas, dan efisiensi energi. Pendekatan ini selaras dengan tren global industri pusat data yang menempatkan efisiensi energi sebagai faktor utama daya saing.

Selain menopang kebutuhan hyperscaler dan perusahaan global, keberadaan pusat data domestik berskala besar juga memperkuat kedaulatan data nasional. Dengan data strategis dikelola di dalam negeri, Indonesia menurut Dian memiliki kontrol lebih kuat atas keamanan data, kepatuhan regulasi, dan keberlanjutan layanan digital lintas sektor.

“Indonesia tidak hanya siap tumbuh secara digital, tetapi juga siap berkolaborasi secara terbuka dengan mitra global untuk membangun ekosistem digital yang andal dan berkelanjutan,” jelas Dian. 

“TelkomGroup berkomitmen menjadi penghubung antara pemerintah, industri, dan partner global untuk mendorong beragam solusi dan inovasi digital demi masa depan Indonesia, sehingga mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Foto: Telkom Indonesia