CIMB Niaga Raih Tiga Penghargaan Investing on Climate by Editors’ Choice Award 2025

INVESTINGONCLIMATE.COM, JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk dinilai memiliki komitmen kuat dalam penerapan keuangan berkelanjutan, karenanya meraih tiga penghargaan pada ajang Investing on Climate Editors’ Choice Award 2025 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2025). 

Dalam ajang tersebut, CIMB Niaga dianugerahi penghargaan Best Emission Reduction, Best Literacy for Climate Resilience, dan Best Climate Financing, yang mencerminkan konsistensi perseroan dalam mengintegrasikan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) ke dalam strategi bisnis dan operasional secara menyeluruh.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja perbankan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon, khususnya melalui penyaluran Kredit dan/atau Pembiayaan Berkelanjutan (KKUB), penerapan taksonomi hijau nasional, serta penguatan tata kelola dan pelaporan keberlanjutan. 

Managing Director Investing on Climate Umar Idris menyampaikan bahwa CIMB Niaga dinilai konsisten dalam memperluas pembiayaan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas identifikasi dan pelaporan aktivitas hijau yang selaras dengan kerangka regulasi nasional.

"Di samping menyalurkan KKUB sebesar Rp 59,12 triliun atau hampir 26% dari total portofolio pembiayaan, juga melanjutkan identifikasi dan pelaporan berdasarkan Taksonomi Hijau Indonesia (THI) dari top 450 debitur dan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dari top 20 debitur di sektor energi," ujar Umar Idris.

Adapun, berdasarkan Laporan Keberlanjutan CIMB Niaga 2024, sepanjang tahun lalu perusahaan telah mencatat penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) scope 1 dan scope 2 sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total emisi tercatat sebesar 36.536,74 ton CO₂e. 

Penurunan ini didukung oleh berbagai inisiatif efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan, termasuk pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) yang berkontribusi pada penurunan emisi sebesar 9.817,08 ton CO₂e atau setara 406.622,40 GJ energi terbarukan, serta penggunaan panel surya yang berkontribusi menurunkan emisi sebesar 397,92 ton CO₂e atau setara 1.646,55 GJ. 

Secara historis, emisi scope 1 dan 2 CIMB Niaga juga menunjukkan tren penurunan signifikan dari 36.506,57 ton CO₂e pada 2022 menjadi 26.719,66 ton CO₂e pada 2024, seiring dengan implementasi langkah mitigasi perubahan iklim yang konsisten.

Di sisi pembiayaan, CIMB Niaga terlihat memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan yang mencakup sektor energi terbarukan, efisiensi energi, serta kegiatan usaha berwawasan lingkungan lainnya, sejalan dengan Sustainable Finance Action Plan (RAKB) 2024–2028 dan komitmen Perseroan sebagai bagian dari CIMB Group serta anggota Net Zero Banking Alliance (NZBA). 

Upaya tersebut juga dibarengi dengan peningkatan literasi iklim untuk memperkuat ketahanan nasabah dan mitra usaha dalam menghadapi risiko serta peluang terkait perubahan iklim. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang Perseroan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Kami bermaksud untuk melibatkan para nasabah dalam menyusun dan mempercepat rencana transisi mereka menuju target emisi nol bersih,” kata Lani dalam laporan perusahaan dikutip Rabu (17/12/2025).

Selain itu, kinerja keberlanjutan CIMB Niaga juga mendapatkan pengakuan dari lembaga pemeringkat global, antara lain sustainalytics dengan ESG Risk Rating sebesar 23,5 (Medium Risk), Moody’s ESG Solutions dengan peringkat CIS-2 (Neutral to Low), serta S&P Global dengan skor 53, yang mencerminkan pengelolaan risiko ESG Perseroan berada pada jalur yang konsisten dan terukur. 

Melalui berbagai inisiatif tersebut, CIMB Niaga mengklaim perannya sebagai institusi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang melalui praktik keuangan berkelanjutan dan kontribusi nyata terhadap agenda transisi hijau nasional.